Selasa, 06 Agustus 2019

Menaiki Shinkansen menuju Kota Metropolitan Nagoya

Nagoya adalah kota metropolitan yang megah dan modern. Namun, di balik kilau salah satu kota terbesar di Jepang ini, tersimpan kekayaan sejarah yang menarik untuk dijelajahi.





Kereta super cepat Shinkansen keluar - masuk di Stasiun Nagoya. Meleset dari Tokyo menuju Osaka dan sebaliknya, secepat kilat. Tak lama lagi, waktu perjalanan ke Nagoya akan makin singkat bagi pelancong internasional, karena Garuda Indonesia akan membuka penerbangan langsung dari Jakarta menuju Bandara Internasional Chubu Contrair pada Maret mendatang.



Perjalanan dengan kereta ekspres bandara menuju Kota Nagoya memakan waktu 30 menit, hanya setengah atas sepertiga dari waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kota ini dari bandara utama Jepang lainnya (Kansai via Osaka dan dua bandara internasional Tokyo, Haneda dan Narita). Artinya, pengunjung akan punya lebih banyak waktu untuk bersenang - senang menikmati kota yang energik ini dimulai dari lift berdinding kaca pemicu adrenalin, yang naik 40 lantai ke puncak bangunan tertinggi kelima di Jepang (dekat dari stasiun kereta utama).



Dari ketinggian, komuter dan kereta mungkin hanya terlihat seperti titik dan garis namun kota besar ini dapat dipahami lebih utuh lewat panorama 360 derajat dari observatium Midland Square. Tempat ini disebut Sky Promenade, dan dari puncak menara setinggi 247 m. Pengunjung dapat melihat hingga ke pinggiran kota, yakni ke laut serta pedalaman bukit dan gunung. Jarak pandang itu terbilang jauh mengingat Greater Nagoya (alias "Chukyo" atau "ibu kota tengah") adalah kota metropolitan terbesar ketiga di Jepang.



Sekia pembahasan mengenai Shinkansen menuju Nagoya, semoga bermanfaat bagi para travekers yang ini berpergian ke Jepang. Enjoy yout trip.. :)

Senin, 05 Agustus 2019

The Beauty of "Batik Solo"

Solo merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang menjadi pusat kerajinan batik Nusantara. Secara turun temurun, masyarakat Solo membatik dan melahirkan motif - motif khas dengan warna yang juga identik dengan kota tersebut. Ada beberapa motif batik tradisional Solo yang masih sangat digemari masyarakat, antara lain Parang, Sidomukti, Kawung, Truntum, Liris, Satrio Manah dan Semen Rante. Masing masing memiliki filosofi sendiri, baik makna simbol maupun momen pemakaianya. 


Dari segi warna, umumnya batik Solo dominan cokelat karena menggunakan pewarna sogan, namun ada juga biru tua dan krem. Ketiga warna ini merupakan simbolisasi Trimurti, yaitu Dewa Brahma, Wisnu dan Syiwa, karena pada zaman dahulu, raja raja dianggap keturunan dewa.

Ada beberapa pusat wisata batik yang ternama di Solo. Dua diantaranya, Kampung Wisata Batik Kauman dan Kampung Laweyan. Disini, anda bisa melihat langsung para pengrajin sedang membatik dan membelinya. Sementara jika ingin berburu batik dengan harga terjangkau bisa menuju Pasar Klewer dan Pusat Grosir Solo. 




Selain itu, ada pula Museum Batik Danar Hadi yang menampilkan berbagai informasi tentang batik Solo dan Yogyakarta, serta sejarah batik batik Danar Hadi sendiri.

Agar tak ketinggalan zaman, saat ini pun perajin batik Solo berinovasi menciptakan motif - motif yang lebih kontemporer tanpa meninggalkan yang klasik. Dengan demikian, masyarakat punya banyak pilihan saat membeli batik, terutama kalangan muda yang lebih menyukai motif dan warna batik yang kontemporer


Sekian pembahasan dan info menarik dari kami mengenai The Beauty of "Batik Solo". Jangan sampai terlewatkan info info menarik lainnya. terima kasih dan sampai jumpa :)

Menaiki Shinkansen menuju Kota Metropolitan Nagoya

Nagoya adalah kota metropolitan yang megah dan modern. Namun, di balik kilau salah satu kota terbesar di Jepang ini, tersimpan kekayaan se...